KTSP MASIH BANYAK KENDALA

oleh : Deri Suyatma

Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya pasal 3 menyatakan: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Untuk melaksanakan fungsi di atas, salah satu komponen yang paling penting dalam suatu sistem pendidikan adalah adanya sebuah kurikulum. Karena melalui kurikulumlah peserta didik diantar untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, segenap potensinya dikembangkan seoptimal mungkin melalui proses pembelajaran. Saat ini sistem pendidikan nasional Indonesia telah menetapkan Kurikulum 2006 (KTSP) untuk diberlakukan secara nasional.

Hampir dua tahun KTSP ditetapkan untuk dilaksanakan, namun berbagai permasalahan dan kendala masih dihadapi oleh sekolah maupun guru. Di satu sisi setiap sekolah harus melaksanakan KTSP, di sisi lain berbagai macam permasalahan dan kendala sampi saat ini masih belum dapat diselesaikan. Hal tersebut tidak hanya terjadi di sekolah-sekolah yang jauh dari kota besar, tetapi juga terjadi di sekolah-sekolah yang berdekatan dengan kota besar, bahkan di kota besar seperti Jakarta ini yang kelihatannya adem ayem, tetapi sebenarnya menyimpan berbagai persoalan yang sampai saat ini belum bisa teratasi. Diantara kendala-kendala yang dihadapi sekolah dalam menyusun KTSP adalah :

1. Kurangnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan sekolah. Sebagian besar guru belum bisa diharapkan memberikan kontribusi pemikiran dan ide-ide kreatif untuk menjabarkan panduan kurikulum itu (KTSP), baik di atas kertas maupun di depan kelas. Selain disebabkan oleh rendahnya kualifikasi, juga disebabkan pola kurikulum lama yang terlanjur mengekang kreativitas guru.

2. Belum maksimalnya sosialisasi dan pelatihan terhadap guru-guru, bahkan masih ada guru-guru yang belum mendapat sosialisasi dan pelatihan, sehingga masih banyak para guru dan pemangku kepentingan (stakeholders) yang belum memahami KTSP.

3. Masih banyak guru-guru yang berpersepsi sebagai penerima-pasif pengambilan keputusan kurikulum.

7 Balasan ke KTSP MASIH BANYAK KENDALA

  1. toms mengatakan:

    masalah ktsp saja masih banyak guru yang belum faham apa lagi merealisasikannya dalam dunia pendidikan malah sekarang akan ada kurikulum baru….trus bagai mana dengan eksistensi guru yaaaaaaa…….apa yang akan terjadi denngan anak didik…..

  2. deri (admin) mengatakan:

    ini sifatnya kasuistik berdasarkan hasil penelitian saya di beberapa sekolah terdekat, melalui wawancara dengan teman-teman sesama guru maupun kepala sekolah pada tahun 2008. mestinya fakta sekarang 2010 mungkin berbeda.

  3. andi mengatakan:

    ieu teh meunang timana? Hasil penelitian atawa ceuk batur,atawa hasil pengalaman. Nuhun

  4. andi mengatakan:

    AKU NGGA BISA KOPY PASTE

  5. teguh mengatakan:

    1. Kesombongan adalah kebiasaan buruk dari kecerdasan, betul nggak…
    2. Sombong kepada Syaiton lebih baik dari pada sombong kepada sesama manusia, betul nggak…..
    3. Kejenuhan pasar angkatan kerja sekalai-kali bukan kesalahan keberhasilan pendidikan.
    4. Jika outcome lebih rendah dari output, artinya angka pengangguran usia kerja meningkat,betul nggal….

  6. teguh mengatakan:

    Pak tolong aku diberi contoh form analisis komponen-komponen yang urgen dalam suatu sistem,……….misal analisis kebutuhan Lab. equipment mayor, kamsya, thank’s.

  7. hermansuwardi mengatakan:

    ak mau membutuhkan makakalah ini tapi ko ndak pake fote note gemana ya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: